Showing posts with label Travelling. Show all posts
Showing posts with label Travelling. Show all posts

8/16/2016

hutan pinus



Aroma hutan pinus langsung terasa begitu memasuki area kawasan Hutan Pinus Mangunan, Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. ribuan Pohon pinus tertanamrapi tinggi menjulang dan bersih lingkungannya. Pengelola wisata setempat berhasil menyulap sebuah kawasan hutan pinus menjadi kawasan wisata alam yang sangat indah.

Udara segar terasa merelaksasi tubuh dan pikiran kita, suasana juga begitu asri. Sangat tenang, Sejuk, Segar dan Menentramkan. Untuk menuju ke kawasan Hutan Pinus Mangunan ini, dari Kota Yogyakarta kita langsung menuju ke Jalan Wonosari, sampai kita memasuki kawasan Pathuk. Sesampainya di Perempatan Pathuk kita mengambil arah Dlingo atau belok ke kiri, dari situ langsung lurus saja maka jalan itu akan menuju ke kawasan Hutan Pinus Mangunan. Tidak perlu khawatir tersesat, karena penunjuk jalan sudah tersedia sepanjang jalan tersebut.

Banyak aktifitas yang dapat kita lakukan dilokasi tersebut, kebanyakan pengunjung melakukan foto-foto atau lebih dikenal selfie, bersantai dengan keluarga, merelaks kan diri dengan hammock, atau bahkan untuk keperluan pemotretan preweding.

Posted on 8/16/2016 by Unknown

No comments

candi plaosan

Inilah salah satu rute gowes jalur sejarah, dengan tujuan Candi Plaosan, Klaten.  Jalur disini tidak terlalu ekstrim,merupakan jalur fun riding dengan melewati jalan-jalan desa dan persawahan. Bagi para goweser yang senang melakukan perjalanan gowes lintas alam ataupun lintas pedesaan rute ini bisa anda pilih.

plaosan

Kami berangkat pagi-pagi, dari arah Berbah langsung ke arah timur menuju Prambanan. Dari situ kita apat mengambil jalur pedesaan atau jalan utama langsung menuju lokasi Candi Plaosan. Salam Gowes

Posted on 8/16/2016 by Unknown

No comments

rute gowes
Bagi anda yang senang melakukan kegiatan gowes pagi dengan tujuan wisata-wisata atau kearifan lokal, rute ini perlu anda coba yaitu Rute Candi Boko - Spot Riyadi - tebing Breksi - Candi Barong. Perjalanan bisa melalui jalan utama dari arah kota menuju Prambanan melalui Jl Jogja-solo, atau anda bisa melalui jalur alternatif melintasi jalan pedesaan.

Pemandangan pedesaan akan terasa kental jika anda melali rute jalur pedesaan, dengan suasana yang masih asri dan melalui hamparan sawah.

Posted on 8/16/2016 by Unknown

No comments

kaliurang

Gowes kali ini kita akan menuju ke kawasan Ekowisata Kaliurang, Sleman, Yogyakarta. Lokasinya berada di lereng Gunung Merapi. Dilokasi ini merupakan cagar alam yang dilindungi oleh Undang-Undang. pemandangan disini indah dan menyejukan udaranya karena tepat dibawah Gunung Merapi.

Jika anda start dari Kota Yogyakarta maka lewati jalan kaliurang ke arah utara, perjalanan akan terasa naik namun belum begitu menanjak sebelum melewati daerah Pakem. Dari kota kita akan menjumpai jalur aspal atau jalan protokol cang cukup lebar dan halus kondisi aspalnya.

Namun perlu diwaspadai adalah, jalan ini merpakan jalan umum yang ramai lalu lintasnya. Salam Gowes..

Posted on 8/16/2016 by Unknown

No comments

kali ini penulis mau share spot bagus masih alami untuk tujuan gowes lintas alam menyusuri pedesaan. Jalur yang dilalui masih terbilang alami dengan suasana pedesaan yang masih asri. Kami start pagi-pagi dari Berbah lalu menuju arah wukirharjo Prambanan.

curug kembar

Sepanjang jalan kami melewati hamparan sawah yang masih subur ditanami padi dan berbagai tanaman pertanian lainnya. Disela gowes kami bertemu dan bersapa ria dengan penduduk setempat, tampak senyum ramah yang masih melekat di lingkungan desa ini. Jauh dari hiruk pikuk perkotaan, lokasi ini masih menyuguhkan kesegaran alam.

Setelah melewati Desa Wukirharjo goweser langsung disuguhi tanjakan yang cukup panjang. namun itu suatu keasyikan tersendiri. Tak sedikit dari para goweser harus turun dari sadel sepedanya dan menuntun sepedanya hingga tanjakan berakhir.

Namun begitu kami tiba dilokasi maka pemandangan air terjun yang masih alama langsung menyegarkan jiwa raga kami. Air masih segar, pepohonan masih rindang. Bagi para goweser pengalaman ini kami bagikan untuk bisa menjadi referensi tujuan gowes weekend anda semua. Salam gowes..

Posted on 8/16/2016 by Unknown

No comments

pentingsari
Sejarah Desa Wisata Pentingsari 

Berdasarkan sumber data resmi dari sekertariat Dusun Pentingsari, Dusun Pentingsari berbentuk seperti semenanjung dimana sebelah barat terdapat lembah yang sangat curam yaitu Kali Kuning dan sebelah selatan terdapat lembah yang berupa Goa Ledok / Ponteng dan Gondoran sebelah timur terdapat lembah yang curam yaitu Kali Pawon dan sebelah utara merupakan dataran yang dapat berhubungan langsung dengan tanah di sekeliling kelurahan Umbulharjo sampai ke pelataran gunung Merapi. Dusun Pentingsari terdiri dari dua dusun yaitu Bonorejo dan Pentingsari.

Dusun ini resmi menjadi desa wisata menunjuk surat Dinas Pariwisata Sleman no.556/336 tertanggal 15 April 2008.

Profil Desa Wisata Pentingsari

Pentingsari termasuk sebagai desa wisata terbaik di Jogja. Hal ini tak terlepas dari 3 keunggulan yang ada di dalamnya mulai dari keindahan alam, peran serta masyarakat dan sistem kerja yang baik. Menjadi jaminan bagi seluruh wisatawan yang datang bahwa mereka tak akan pernah menyesal ketika tinggal di Desa Wisata Pentingsari. Tak salah kiranya kalau tamu dari luar kota Jogja dan mancanegara memilih objek wisata yang terletak di kaki Gunung Merapi ini.

Desa wisata yang berada di Dusun Pentingsari, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman ini memiliki banyak tempat menarik yang sangat indah mulai dari Pancuran Sendang Sari, Luweng, Rumah Joglo, Batu Dakon, Batu Persembahan, dan Goa Ponteng. Selain itu kegiatan yang harus dilakukan adalah tracking. Menyusuri jalan setapak di pinggir sungai dan areal persawahan tentu akan memberi tantangan yang berbeda. Terlebih semua itu ada di alam bebas yang benar-benar masih asri. Seperti desa wisata pada umumnya, di desa ini para wisatawan juga dapat mengikuti serangkaian kegiatan masyarakat setempat. Mulai dari bercocok tanam, memasak di pawon atau dapur tradisional, bermain gamelan, belajar membatik dan lain-lain. Bisa dibilang objek wisata ini adalah desa wisata plus-plus. Hal ini karena mereka benar-benar akan dibawa ke alam yang sangat tradisional. Sesaat untuk melepaskan berbagai gadget dan rutinitas sehari-hari dikantor dengan membaur dan merasakan keramahan penduduk setempat.

Wajar kiranya kalau Desa Wisata Pentingsari sering mendapat berbagai piagam penghargaan sebagai bentuk pengakuan akan eksistensi mereka. Salah satunya yang paling bergengsi adalah memperoleh penghargaan tingkat dunia atas keberhasilannya dalam mengelola desa wisata sesuai dengan kaidah Kode Etik Kepariwisataan Dunia.

pentingsari

Layanan Paket Wisata 

Untuk paket layanan, wisatawan bisa memilih disesuaikan dengan lama wisatawan berkunjung di Desa Wisata Pentingsari. Paket layanan sudah tersedia berdasarkan lama waktu kunjungan wisatawan. Ada paket 1 Hari, 2 Hari 1 Malam, 3 Hari 2 Malam, 4 Hari 3 Malam.

Wisatawan bisa datang 24 jam sesuai konfirmasi pihak Desa Wisata Pentingsari. Pihak Desa Wisata Pentingsari senantiasa siap 24 jam melayani wisatawan. 
pentingsari

Homestay di Desa Wisata Pentingsari tersedia 83 rumah. Setiap homestay memiliki daya tampung bervariasi, 4 – 16 orang per rumah. Dengan tersedianya homestay yang banyak, Desa Wisata Pentingsari mampu menampung tamu homestay hingga 500 orang. Tempat parkir luas mampu manampung big bus hingga 12 bus 

pentingsari

Waktu yang tepat untuk Live-in di Desa Wisata Pentingsari adalah bulan Februari hingga April. Karena bertepatan dengan musim buah – buahan, anatara lain : rambutan, manggis, mangga, salak, durian, dsb. Wisatawan bisa menikmati buah-buahan langsung di Desa Wisata Pentingsari.


Posted on 8/16/2016 by Unknown

No comments

12/15/2015

Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.


Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100Km di sebelah barat daya Semarang dan 40Km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra.

Candi Borobudur berbentuk punden berundak, yang terdiri dari enam tingkat berbentuk bujur sangkar, tiga tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar disetiap tingkat-tingkatannya beberapa stupa.

Borobudur yang bertingkat sepuluh menggambarkan secara jelas filsafat mazhab Mahayana. Bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha

Bagian kaki Borobudur melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah". Bagian ini sebagian besar tertutup oleh tumpukan batu yang diduga dibuat untuk memperkuat konstruksi candi. Pada bagian yang tertutup struktur tambahan ini terdapat 120 panel cerita Kammawibhangga. Sebagian kecil struktur tambahan ini disisihkan sehingga orang masih dapat melihat relief pada bagian ini. 

Empat lantai dengan dinding berelief diatasnya oleh para ahli dinamakan Rupadhatu. Lantainya berbentuk persegi, Rupadhatu adalah dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masik terikat oleh rupa dan bentuk. Tingkatan ini melambangkan alam antara yakin, antara alam bawah dan alam atas. Pada bagian Rupadhatu ini patung-patung Buddha terdapat pada ceruk-ceruk dinding diatas Ballustrade atau selasar.

Mulai lantai kelima hingga lantau ketujuh dinding tidak berelief. Tingkatan ini dinamakan Arupadhatu (yang berarti tidak berupa atau tidak berwujud). Denah lantai berbentuk lingkaran. Tingkatan ini melambangkan alam atas, dimana manusia sudah bebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana. Patung-patung Buddha ditempatkan didalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan. Dari luar patung-patung itu masih tampak samar-samar. Tingkatan tertinggi yang menggambarkan ketiadaan wujud dilambangkan berupa stupa yang terbesar dan tertinggi. Stupa digambarkan polos tanpa lubang-lubang.

LOKASI : Desa Borobudur, kecamatan Borobudur, kabupaten Magelang.

JAM BUKA : pukul 08.00 - 17.00 WIB

TIKET MASUK : Lokal: IDR 30.000, Asing :IDR 135.000

FASILITAS : jasa pemandu, taman, penginapan, kantin, tempat ibadah, WC umum

TRANSPORTASI : Dari Yogyakarta, perjalanan melaju jalan Magelang. Ketika sampai pertigaan Ngrajek, segera ambil rute kiri ke arah barat, menuju Candi Borobudur.


Posted on 12/15/2015 by wly

No comments

12/12/2015

Wiata Kulon Progo, Waduk Sermo.

Salah satu objek wisata alam di Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta adalah Waduk Sermo. Waduk yang terletak di Bukit Menoreh, tepatnya di Dusun Sermo, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap ini dapat ditempuh dengan perjalanan kurang lebih 6 km dari Kota Wates ke arah barat. Perjalanan ke Waduk Sermo dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua atau roda empat. Perjalanan ke lokasi yang menanjak dan berkelok-kelok tentu akan menambah suasana petualangan di alam semakin terasa.

Lokasinya yang menghampar luas, hawa udaranya yang sejuk, serta keasrian dari deretan pepohonan liar yang masih terjaga membuat kawasan Waduk Sermo sebagai salah satu tujuan wisata alam yang tidak akan membosankan bagi siapa saja yang mencintai alam. Tak jarang di waduk ini akan kita temukan sejumlah orang yang tengah asik dengan perburuan memancing ikan. Memang Waduk Sermo terkenal dengan kawanan ikan nila, tetapi ada juga jenis ikan lain yang menghuni Waduk Sermo. Memancing di Waduk Sermo tidak dikenakan biaya alias gratis. Tetapi ada tempat-tempat tertentu di waduk ini yang dilarang sebagai tempat memancing karena berbahaya.

Anda dapat berwisata di Waduk Sermo dengan berkeliling menggunakan perahu wisata atau berkendaraan melewati jalan lingkar aspal sepanjang 21 km atau bersantai saja di bibir Waduk sambil menikmati hembusan angin yang menyejukkan.

Waduk ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 20 November 1996 dengan membendung Sungai Ngrancah. Sejak saat itu Waduk Sermo menjadi sumber air utama bagi pertanian di daerah sekitarnya. Luas genangan air Waduk Sermo menurut Pemkab Kulon Progo adalah kurang lebih 157 Ha dengan kondisi air yang masih jernih serta bentuknya berkelok-kelok. Waduk ini dapat menampung air 25 juta meter kubik dan dibangun selama dua tahun delapan bulan.

Posted on 12/12/2015 by wly

No comments

Wisata Cave Tubing di Goa Pindul


Gua Pindul memiliki panjang sekitar 350 m, lebar hingga 5 m, jarak permukaan air dengan atap gua 4 m, dan kedalaman air sekitar 5-12 m. Goa ini memiliki 3 zona. zona terang, zona remang, dan zona gelap. waktu tempuh sekitar 45 menit.

Cavetubing hampir sama dengan rafting. Jika rafting (arung jeram) adalah kegiatan menyusuri aliran sungai dengan menggunakan perahu, maka cavetubing adalah kegiatan menyusuri gua menggunakan ban dalam. Karena aliran air di Gua Pindul ini tenang maka melakukan cavetubing di Gua Pindul ini juga bisa dilakukan oleh pemula maupun anak kecil bahkan wanita hamil.
Ditengah Gua, ada sebuah ruangan yang agak besar, dengan lubang diatasnya yang warga setempat menyebut sumur terbalik, sinar matahari yang masuk melalui lubang ini membuat suasana semakin indah. Lubang diatas gua inilah dimana seringkali  digunakan sebagai jalan masuk vertikal oleh anggota TIM SAR atau latihan.

Saat anda melakukan susur gua di Gua Pindul ini, anda akan menemukan sebuah stalagtit yang sudah menyatu dengan stalagmit sehingga tampak seperti sebuah pilar dengan ukuran lebar lima rentangan tangan orang dewasa(Soko Guru).

Stalaktit ini merupakan terbesar di Goa Pindul dan mempunyai peringkat no 4 di dunia. Stalagtit putting yg masih aktif siap menanti anda dengan tetesan airnya yang konon bisa bikin cantik n’ awet muda, bagi yg lelaki untuk menambah vitalitas telah ditunggu stalagtit jantan, anda cukup memegang aja udah terasa bedannya…tenane’ lek…. Bagi adik-adik di zona terang bisa berenang, lompat indah sambil lihat ikan cukup besar yg memamerkan keindahan tubuhnya.Ada juga Stalagmit dan stalagtit yang menyatu, menjadi yang terbesar ke-4 di dunia, butuh 5 orang untuk melingkarinya, bahkan celahnya hanya cukup dilewati satu orang saja. Besar ditengah-tengah Goa yang katanya sebagai tiang Goa.Keindahan semakin lengkap dengan adanya ornamen disepanjang dinding Goa seperti mahakarya lukisan abstrak yang tak ternilai. Mata kristal Kelelawar bergelantungan menghiasi lorong goa. Terdapat tirai juga yang tersusun dari tetesan air didinding Goa.

LOKASI : Dusun Gelaran, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul

JAM BUKA : 06.30 WIB – 17.00 WIB   

TIKET MASUK : mulai Rp 30.000,-

FASILITAS : Cave Tubing Pindul, River Tubing Sungai Oya, Caving Goa Gelatik, Off Road Desa Wisata Bejiharjo, jasa pemandu, perlengkapan cave tubing( ban pelampung, jaket pelampung, sepatu karet, Head Lamp ), asuransi 

TRANSPORTASI : Angkutan Umum dari Jogjakarta: Dari Jogja Naik Bus –> Terminal Giwangan –> Naik Bus Jogja Wonosari –> Bilang sama kondektur turun perempatan Grogol –> Dari Grogol naek Ojek minta antar ke sekretariat Dewa Bejo (Goa Pindul)

Posted on 12/12/2015 by wly

No comments

Melihat Pemandangan Jogja dari Puncak Suroloyo


Puncak Suroloyo merupakan bukit tertinggi dikawasan pegunungan Menoreh yang terletak di Kabupaten Kulonprogo. Selain memiliki pemandangan yang indah, tempat ini juga memiliki berbagai cerita dan mitos yang cukup kuat. Didaerah dengan ketinggian sekitar 1.100 meter diatas permukaan laut ini, kita bisa melihat bentangan alam yang begitu indah. Jika cuaca cerah, biasanya pada pagi hari kita bisa memandang empat gunung besar di jawa yakni Merapi, Merbabu, Sumbing, dan Sindoro. Dari tempat ini puncak Candi Borobudur yang berada di Magelang juga bisa dilihat dengan jelas.

Tempat ini juga memiliki kaitan dengan Kerajaan Mataram Islam. Dalam Kitab Cabolek yang ditulis Ngabehi Yasadipura pada sekitar abad ke-18 menyebutkan, suatu hari Sultan Agung Hanyokrokusumo yang kala itu masih bernama Mas Rangsang mendapat wangsit agar berjalan dari Kraton Kotagede ke arah barat. Petunjuk itu pun diikuti hingga sampai dipuncak Suroloyo ini. Karena sudah menempuh jarak sekitar 40Km, Mas Rangsang merasa lelah dan tertidur ditempat itu. Pada saat itulah, Mas Rangsang kembali menerima wangsit agar membangun tapa ditempat ia berhenti. Ini dilakukan sebagai syarat agar dia bisa menjadi penguasa yang adil dan bijaksana. Selain itu, puncak ini juga diselimuti mitos sebagai pusat atau titik tengah Pulau Jawa. Sebagai masyarakat Jawa percaya, jika ditarik lurus dari utara keselatan, serta dari barat ketimur diatas Pulai Jawa, maka akan bertemu di Puncak Suroloyo.

LOKASI : Dusun Keceme, kelurahan Gerbosari, kecamatan Samigaluh, Kulonprogo.

JAM BUKA : Setiap Hari 07.00 - 17.00 WIB

TIKET MASUK : Gratis
Parkir Motor Rp 2.000 , untuk mobil Rp. 5.000

FASILITAS : Tiga buah gardu pandang

TRANSPORTASI : Ada dua jalur untuk mencapai tempat ini yakni jalan Godean-sentolo-Kalibawang dan dari Magelang-Pasar Muntilan-Kalibawang. Jalur menuju tempat ini cukup sulit karena penuh tanjakan dan berbelok-belok. Sampai saat ini daerah ini memang hanya bisa dicapai dengan kendaraan pribadi saja.

Posted on 12/12/2015 by wly

No comments

Mengunjungi Wisata Goa Cerme


Goa Cerme memiliki sejarah panjang. Konon, Cerme berasal dari kata “ceramah” yang mengisyaratkan pembicaraan yang dilakukan Walisongo. Goa Cerme dulunya digunakan oleh para Walisongo untuk menyebarkan agama Islam  di Jawa.  Sebagaimana diketahui, Walisongo adalah penyebar ajaran Islam di wilayah Jawa yang banyak mengadakan perjalanan dakwah dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Dalam salah satu perjalanan ke berbagai daerah untuk menyebarkan Islam, mereka menemukan sebuah goa yang dianggap nyaman untuk tempat pertemuan. Sejak itulah goa Cerme digunakan sebagai salah satu lokasi pertemuan para Walisongo untuk membahas berbagai rencana mengembangkan Islam, di antaranya adalah rencana mendirikan Masjid Agung Demak.

Goa ini termasuk goa yang panjang dengan kedalaman kurang lebih 1,5 km dan berakhir pada sebuah sendang di wilayah Panggang, tepatnya di desa Ploso, Giritirto, Kabupaten Gunungkidul. Begitu masuk ke dalam Goa, kamu bakal terpesona oleh keindahan stalagtit dan stalagmitnya, sungai bawah tanah yang mempesona dan banyaknya kelelawar yang ada di sana. Lantai goa digenangi oleh air tanah dengan rata-rata kedalaman air sekitar 1 hingga 1,5 meter. Semakin jauh menyusuri goa, ternyata ada banyak hal yang jauh lebih menarik yang bisa ditemui. Ada bentuk ruangan seperti panggung pertemuan, batu gamelan, hingga air zam-zam dan air terjun bawah air. Selain Goa Cerme, di sekitarnya terdapat gua lain yang lebih kecil seperti Goa Dalang, Goa Ledek, Goa Badut dan Goa Kaum yang sering digunakan orang untuk bersemedi.

LOKASI : Dusun Srunggo, Deso Selopawiro, Kecamatan Imogiri, atau 20 km ke arah selatan dari kota Jogja

JAM BUKA : Jam 07.00 – 17.00 WIB

TIKET MASUK : Biaya rafting via agenwisata       : Rp 120.000
Biaya parkir motor di kawasan goa  : Rp 2.000
Tiket masuk goa                    : Rp 2.250
Sewa headlamp                      : Rp 5.000
Tiket masuk goa di dalam           : Rp 2.000
Pemandu goa (Harus)                : Rp 30.000 (minimal)

FASILITAS : Toilet, pusat informasi, warung makan, tempat pertemuan

TRANSPORTASI : Untuk menuju ke Goa Cerme bisa naik bus jurusan Parangtritis, lalu turun di Terminal Parangtritis atau jembatan Kretek sebelum pintu gerbang Parangtritis. Kemudian ganti bus kecil jurusan Tepus atau Imogiri. Begitu turun dari bus ganti ojek menuju lokasi dan minta antar langsung ke mulut goa.

TIPS : Pengunjung yang ingin masuk harus menggunakan helm yang telah dilengkapi lampu. Bila tidak, akibatnya sangat fatal. Bisa tersesat di tengah gelap gulita. Untuk mencapai gerbang depan goa, seseorang harus mendaki 759 meter tangga. Lebih baik jika pengunjung menghubungi Juru Kunci atau penjaga goa cerme terlebih dahulu untuk mendapatkan keterangan atau informasi yang tepat.

Posted on 12/12/2015 by wly

No comments

Susur sungai dengan Tubing di Goa Kalisuci Gunungkidul

Disebut Kalisuci karena di Kalisuci terdapat mata air yang terletak disebelah atas aliran sungai yang airnya sangat jernih dan tetap jernih meskipun air sungai keruh ketika musim hujan. Sumber mata air ini dulunya merupakan satu-satunya sumber kehiduoan masyarakat sekitar untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari, baik untuk minum, mandi, cuci dan lain-lain. Tanpa dimasak, air dari sumber air Kalisuci bisa langsung di minum tanpa takut akan sakit, karena sumber air tersebut belum tercemar limbah apapun.

Menurut cerita sesepuh dusun sumber mata air Kalisuci dipercaya bisa menyembuhkan penyakit walaupun belum pernah diuji kebenaran cerita tersebut. Tidak hanya mata air yang ada di Kalisuci yang jadi misteri tapi pemandangan yang luar biasa indahnya juga bisa menghilangkan kepenatan setalah sepekan bergelut dengan pekerjaan. Kita bisa melihat tebing-tebing batu kapur yang begitu indah ditambah air yang jernih begitu menyegarkan .
Pemandangan dalam goa yang biasanya cuma bisa kita lihat di Discovery Channel atau dari majalah-majalah, bisa langsung dinikmati di Kalisuci.  Keindahan stalagtit dan stalagmit serta cericit kelelawar yang bergelantungan di atas langit-langit goa menambah suasana semakin mencengangkan dan menakjubkan.

LOKASI : Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul. (Setelah gardu induk Semenu)

FASILITAS : cave tubing, perlengkapan cave tubing, pemandu, makan 1 x setelah pengarungan

TRANSPORTASI : menggunakan bus ke Wonosari turun Terminal Wonosari kemudian naik ojek

TIPS : Wisata Cave tubing Kalisuci akan ditutup saat curah hujan tinggi, karena itu bagi wisatawan yang hendak cave tubing harap menghubungi pengelola yang terdiri dari penduduk lokal beberapa hari sebelumnya untuk memastikan kondisi sungai. Contact person: Winarto (0877 3879 4513), Kendro (0878 3974 0730), Yanto (081 7412 2826).

Posted on 12/12/2015 by wly

No comments

Dusun Pentingsari


Berdasarkan sumber data resmi dari sekertariat Dusun Pentingsari, Dusun Pentingsari berbentuk seperti semenanjung dimana sebelah barat terdapat lembah yang sangat curam yaitu Kali Kuning dan sebelah selatan terdapat lembah yang berupa Goa Ledok / Ponteng dan Gondoran sebelah timur terdapat lembah yang curam yaitu Kali Pawon dan sebelah utara merupakan dataran yang dapat berhubungan langsung dengan tanah di sekeliling kelurahan Umbulharjo sampai ke pelataran gunung Merapi. Dusun Pentingsari terdiri dari dua dusun yaitu Bonorejo dan Pentingsari. Dusun ini resmi menjadi desa wisata menunjuk surat Dinas Pariwisata Sleman no.556/336 tertanggal 15 April 2008.

Pentingsari termasuk sebagai desa wisata terbaik di Jogja. Hal ini tak terlepas dari 3 keunggulan yang ada di dalamnya mulai dari keindahan alam, peran serta masyarakat dan sistem kerja yang baik. Menjadi jaminan bagi seluruh wisatawan yang datang bahwa mereka tak akan pernah menyesal ketika tinggal di Desa Wisata Pentingsari. Tak salah kiranya kalau tamu dari luar kota Jogja dan mancanegara memilih objek wisata yang terletak di kaki Gunung Merapi ini.
Peta desa Pentingsari


Desa wisata yang berada di Dusun Pentingsari, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman ini memiliki banyak tempat menarik yang sangat indah mulai dari Pancuran Sendang Sari, Luweng, Rumah Joglo, Batu Dakon, Batu Persembahan, dan Goa Ponteng. Selain itu kegiatan yang harus dilakukan adalah tracking. Menyusuri jalan setapak di pinggir sungai dan areal persawahan tentu akan memberi tantangan yang berbeda. Terlebih semua itu ada di alam bebas yang benar-benar masih asri. Seperti desa wisata pada umumnya, di desa ini para wisatawan juga dapat mengikuti serangkaian kegiatan masyarakat setempat. Mulai dari bercocok tanam, memasak di pawon atau dapur tradisional, bermain gamelan, belajar membatik dan lain-lain. Bisa dibilang objek wisata ini adalah desa wisata plus-plus. Hal ini karena mereka benar-benar akan dibawa ke alam yang sangat tradisional. Sesaat untuk melepaskan berbagai gadget dan rutinitas sehari-hari dikantor dengan membaur dan merasakan keramahan penduduk setempat.

Wajar kiranya kalau Desa Wisata Pentingsari sering mendapat berbagai piagam penghargaan sebagai bentuk pengakuan akan eksistensi mereka. Salah satunya yang paling bergengsi adalah memperoleh penghargaan tingkat dunia atas keberhasilannya dalam mengelola desa wisata sesuai dengan kaidah Kode Etik Kepariwisataan Dunia.


Posted on 12/12/2015 by wly

No comments

12/10/2015

Jogja Istimewa

Apa rencana liburan akhir tahun anda? Kemana tujuan liburan anda? Dan masih banyak lagi pertanyaan lain yang akan dilontarkan oleh teman atau rekan kerja kita. Indonesia memiliki tujuan wisata yang sangat banyak dan beragam, dari wisata alam, wisata sejarah dan budaya, wisata minat khusus hingg wisata belanja juga ada.

Kali ini tujuan wisata yang akan dibahas adalah wisata ke Jogja, ada banyak tujuan wisata di jogja namun kali ini hanya akan dibahas dan di sebutkan objek wisata yang segaris imaginer dari utara hingga selatan, yaitu

1. Museum Monumen Jogja Kembali

Museum Monumen Jogja Kembali

Museum Monumen Yogja Kembali, adalah sebuah museum sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta dan tepatnya di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Museum Monumen dengan bentuk kerucut ini terdiri dari 3 lantai dan dilengkapi dengan ruang perpustakaan serta ruang serbaguna. Pada rana pintu masuk dituliskan sejumlah 422 nama pahlawan yang gugur didaerah Wehrkreise III (RIS) antara tanggal 19 Desember 1948 sampai dengan 29 Juni 1949. Dalam 4 ruang museum dilantai 1 terdapat benda-benda koleksi yaitu realia, replika, foto, dokumen, heraldika, berbagai jenis senjata, bentuk evokatif dapur umum dalam suasana perang kemerdekaan 1945-1948. Tandu dan dokar (kereta kuda) yang pernah dipergunakan oleh Panglima Besar Jendral Soedirman juga disimpan disini

LOKASI : Monumen Yogya Kembali terletak di jalan lingkar utara, dusun jongkang, desa sariharjo, kecamatan ngaglik, kabupaten sleman, Yogyakarta

2. Tugu Jogja
Tugu Jogja

Tugu Jogja yang terletak di sebelah utara jl. Mangkubumi menjadi sebuah ikon Kota Yogyakarta. Tidak heran di sekitar Tugu Jogja akan banyak dijumpai sekumpulan orang-orang yang atau hanya sekedar berfoto, berkumpul dan ngobrol di seputaran Tugu Jogja.

3. Malioboro
Malioboro

Jalan Malioboro adalah nama jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta yang terdiri dari jalan Pangeran Mangkubumi, dan Jalan Jend. A. Yani. Jalan ini merupakan poros garis imaginer Keraton Yogyakarta.

Jalan ini sangat terkenal dengan pedagang kaki lima yang menjajakan kerajinan khas Yogyakarta dan warung-warung lesehan dimalam hari yang menjual makanan gudeg khas Yogyakarta, serta terkenal sebagai tempat berkumpulnya para seniman yang sering mengekspresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis, hapening art, pantomim, dan lain-lain sepanjang jalan ini.

4. Pasar Bringharjo
Pasar Bringharjo

Pasar Beringharjo telah digunakan sebagai tempat jual beli sejak tahun 1758. Tawarannya kini kian lengkap; mulai dari batik, jajanan pasar, jejamuan, hingga patung Budha seharga ratusan ribu.

Pasar Beringharjo menjadi sebuah bagian dari Malioboro yang sayang untuk dilewatkan. Bagaimana tidak, pasar ini telah menjadi pusat kegiatan ekonomi selama ratusan tahun dan keberadaannya mempunyai makna filosofis. Pasar yang telah berkali-kali dipugar ini melambangkan satu tahapan kehidupan manusia yang masih berkutat dengan pemenuhan kebutuhan ekonominya. Selain itu, Beringharjo juga merupakan salah satu pilar 'Catur Tunggal' (terdiri dari Kraton, Alun-Alun Utara, Kraton, dan Pasar Beringharjo) yang melambangkan fungsi ekonomi.

5. Museum Kraton Yogyakarta Hadiningrat

Museum Kraton Yogyakarta Hadiningrat

Museum Keraton Yogyakarta merupakan bagian dari komplek Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, salah satu obyek wisata museum yang menyimpan berbagai koleksi diantara lukisan, benda-benda budaya bersejarah, koleksi dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX, tempat pagelaran gamelan dan nuansa budaya khas Jawa sangat terasa. Fasilitas memadai dan nyaman saat dikunjungi wisatawan, ramah-ramah, akses jalan mudah ditempuh dengan berbagai transportasi pribadi atau umum, Museum Kraton Yogyakarta letaknya tepat di Keraton Yogyakarta, Kota Yogyakarta, Indonesia.


Posted on 12/10/2015 by wly

No comments

Museum Kraton Yogyakarta

Museum Keraton Yogyakarta merupakan bagian dari komplek Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, salah satu obyek wisata museum yang menyimpan berbagai koleksi diantara lukisan, benda-benda budaya bersejarah, koleksi dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX, tempat pagelaran gamelan dan nuansa budaya khas Jawa sangat terasa. Fasilitas memadai dan nyaman saat dikunjungi wisatawan, ramah-ramah, akses jalan mudah ditempuh dengan berbagai transportasi pribadi atau umum, Museum Kraton Yogyakarta letaknya tepat di Keraton Yogyakarta, Kota Yogyakarta, Indonesia.

Bila tujuan berwisata Anda ke Kota Jogja sebagai perjalanan berlibur baik bersama keluarga atau teman-teman memang bisa menjadi pilihan menarik, Kota ini memang dikenal dengan kentalnya kebudayaan Jawa di Keraton Yogyakarata kemudian diikuti yang populer sebagai Kota Pelajar. Dari Berbagai arah dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi atau umum, bila dari sisi Timur mungkin Anda dari arah Solo, sebelah barat dari Kota Wates Kulon Progo, sisi Utara mungkin dari Magelang atau Sleman, bagian Selatan dari Bantul, Kota Yogya ini memiliki ringroad sehingga memudahkan akses cepat kemanapun, sekaligus dekat Adisucipto International Airport Yogyakarta/Bandara Udara Adisucipto Jogja, Stasiun Tugu Kereta Api, dan Terminal Bus Giwangan.

Begitu sampai ditujuan, jalan-jalan beberapa menit dari tempat parkir, ikuti bersama pemandu wisata yang ramah, melihat-melihat area sekitar dari Keraton Yogyakarta nampaknya memberikan nuansa budaya khas Jawa dari arsitektur, pintu gerbang terlihat megah di bagian atas tertera ada lambang Keraton Yogyakarta, dibawahnya ada tulisan aksara Jawa Kuno, di sebelah kanan ada patung Gajahmada.

Kemudian memasuki obyek wisata Museum Kraton Yogyakarta, Anda bisa melihat langsung sendiri berbagai koleksi yang tersimpan dalam museum ini, mulai lukisan indah dan benda-benda budaya berharga sekaligus koleksi dari Sri Sultan Hamengkebuwono IX, mulai dari foto, pakaian beserta aksesorisnya, alat masak, benda-benda bersejarah. Beberapa pengunjung menyaksikan koleksi museum dan mungkin sewaktu itu Kami kunjungi bertepatan dengan para pelajar yang liburan mencermati budaya bersejarah sebagai pelajaran kebudayaan yang bernilai. Bangunan Joglo arsitektur megah nampak terlihat dari berbagai sisi budaya arsitektur Jawa yang khas dan bernilai, arsitektur tradisional joglo kerangka bangunan istimewa yang terlihat membuat salah satu dari rekan Team Ragamwisata tertegun dan tersipu membayangkan betapa indahnya bangunan ini.

Selain itu, paling utama pada Keraton Yogyakarta sebagai obyek wisata, selanjutnya bila Anda menginginkan berkunjung tempat wisata bersejarah masih dalam satu komplek, diikuti Taman Sari Yogyakarta di Ngasem sebelah barat Keraton Yogya, termasuk Museum Kereta Keraton Yogyakarta yang menarik. Ini seperti paket wisata atau liburan istimewa, selanjutnya ada Alun-alun Selatan Gading Yogyakarta, dulunya ada Taman Lalu Lintas Yogyakarta (menurut salah satu dari sesepuh yang Kami wawancarai dan bincang-bincang sewaktu itu). Juga sebelah utara ada Alun-alun Utara Kauman Yogyakarta, Masjid Agung Kauman Keraton Yogya, Jalan Malaiboro, Sekaten acara Grebeg Yogyakarta pada hari Maulud Nabi, Museum Benteng Vredeburg, Monumen Serangan Umum 1 Maret Yogyakarta, dan Istana Presiden Yogyakarta.

Fasilitas Sarana Museum Kraton Yogyakarta
Kalau dari segi fasilitas sarana tentunya sangat ideal dari aspek wisata, mulai dari pelayanan, obyek yang ditata rapi dan bersih nyaman dilihat, konsep budaya dan unsur seni sangat terasa. Diantarannya pembayaran tiket/loket, restoran, outlet cindermata, pusat oleh-oleh, tempat parkir luas, dan lainnya, termasuk disekitarnya ada hotel-hotel atau tempat penginapan yang berkualitas dan terjangkau.

Rute Menuju Museum Kraton Yogyakarta

Mungkin perjalanan wisata setiap individu memang berbeda-beda pilih yang terbaik aksesnya dan mudah cepat solusinya, bisa mulai dari Solo/Magelang/Bantul/Kulon Progo - kemudian ikuti mudah ada papan lalun lintas langsung ke Kota Yogyakarta ikuti arah hingga sampai di Jl. Senopati Kantor Pos Jogja, parkir di Alun-alun atau Ngampilan, itu mungkin lebih dekat jaraknya lebih baik atau agak lumayan pilihan kedua parkir di Abu Bakar Ali. Tinggal jalan kaki selang beberapa menit sampai lokasi wisata Museum Keraton Yogyakata. Itu bila menggunakan alat tranportasi seperti bus pariwisata atau roda empat mobil, atau bila pakai motor roda dua bisa parkir sesuai area yang lebih dekat dan lebih nyaman, akses mudah kemanapun.

Posted on 12/10/2015 by wly

No comments

Museum Benteng Vredeburg

Jika anda berjalan menyelusuri jalan Malioboro, tak berhenti di ujung jalan bagian selatan pastilah pernah melihat benteng ini. Tepat dibelakang Monumen Serangan Oemoem 1 Maret, berdiri bangunan yang dulu pernah dipakai Belanda untuk mengamankan pemerintahan Gubernur Hindia Belanda yang saat itu bermukim di seberang Benteng (Gedung Gubernuran/Gedung Agung). Diatas tanah milik Sri Sultan ini dahulu dipasang meriam yang mengarak ke kraton Yogyakarta yang konon untuk berjaga-jaga dari serangan pemberontakan.

Pada awalnya benteng ini dibangun oleh Belanda awal tahun 1760 dan dinamai Benteng Rustenburg atau Benteng Peristirahatan. Tahun 1765 bangunan benteng disempurnakan dan berubah nama menjadi Benteng Vredeburg yang berarti Benteng Perdamaian. Selain sebagai benteng pertahanan (1760-1830), Vredeburg pernah dipakai juga sebagai markas militer Belanda dan Jepang. Dan sejak Indonesia merdeka, benteng sempat beralih fungsi menjadi markas militer Indonesia. Pemugaran kemudian dilakukan di bagian dalam guna menyesuaikan dengan fungsi barunya sebagai museum dan tanggal 23 November 1992 diresmikan sebagai Museum Khusus Perjuangan Nasional dengan nama Museum Yogyakarta. Bangunan persegi empat dengan menara dimasing-masing sudut ini kini lebih banyak diisi diorama yang menceritakan perjuangan sebelum kemerdekaan sampai masa orde baru. Beberapa koleksi foto-foto zaman perjuangan juga ada disini.

LOKASI : jalan Achmad Yani No 6. Yogyakarta
JAM BUKA : Selasa - Minggu, Pukul 08.00-16.00 WIB
FASILITAS : Bedrbagai benda peninggalan bersejarah, diorama perjuangan, toilet


TRANSPORTASI : Letaknya ditengah kota, Dari Setasiun Tugu langsung menyelusuri jalan Malioboro, Sebelum perempatan, maka akan terlihat Museum Benteng Vredeburg

Posted on 12/10/2015 by wly

No comments

Beringharjo, Pasar Tradisional Terlengkap di Yogyakarta

Pasar Beringharjo telah digunakan sebagai tempat jual beli sejak tahun 1758. Tawarannya kini kian lengkap; mulai dari batik, jajanan pasar, jejamuan, hingga patung Budha seharga ratusan ribu.
Pasar Beringharjo menjadi sebuah bagian dari Malioboro yang sayang untuk dilewatkan. Bagaimana tidak, pasar ini telah menjadi pusat kegiatan ekonomi selama ratusan tahun dan keberadaannya mempunyai makna filosofis. Pasar yang telah berkali-kali dipugar ini melambangkan satu tahapan kehidupan manusia yang masih berkutat dengan pemenuhan kebutuhan ekonominya. Selain itu, Beringharjo juga merupakan salah satu pilar 'Catur Tunggal' (terdiri dari Kraton, Alun-Alun Utara, Kraton, dan Pasar Beringharjo) yang melambangkan fungsi ekonomi.

Wilayah Pasar Beringharjo mulanya merupakan hutan beringin. Tak lama setelah berdirinya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, tepatnya tahun 1758, wilayah pasar ini dijadikan tempat transaksi ekonomi oleh warga Yogyakarta dan sekitarnya. Ratusan tahun kemudian, pada tahun 1925, barulah tempat transaksi ekonomi ini memiliki sebuah bangunan permanen. Nama 'Beringharjo' sendiri diberikan oleh Hamengku Buwono IX, artinya wilayah yang semula pohon beringin (bering) diharapkan dapat memberikan kesejahteraan (harjo). Kini, para wisatawan memaknai pasar ini sebagai tempat belanja yang menyenangkan.

Bagian depan dan belakang bangunan pasar sebelah barat merupakan tempat yang tepat untuk memanjakan lidah dengan jajanan pasar. Di sebelah utara bagian depan, dapat dijumpai brem bulat dengan tekstur lebih lembut dari brem Madiun dan krasikan (semacam dodol dari tepung beras, gula jawa, dan hancuran wijen). Di sebelah selatan, dapat ditemui bakpia isi kacang hijau yang biasa dijual masih hangat dan kue basah seperti hung kwe dan nagasari. Sementara bagian belakang umumnya menjual panganan yang tahan lama seperti ting-ting yang terbuat dari karamel yang dicampur kacang.
Bila hendak membeli batik, Beringharjo adalah tempat terbaik karena koleksi batiknya lengkap. Mulai batik kain maupun sudah jadi pakaian, bahan katun hingga sutra, dan harga puluhan ribu sampai hampir sejuta tersedia di pasar ini. Koleksi batik kain dijumpai di los pasar bagian barat sebelah utara. Sementara koleksi pakaian batik dijumpai hampir di seluruh pasar bagian barat. Selain pakaian batik, los pasar bagian barat juga menawarkan baju surjan, blangkon, dan sarung tenun maupun batik. Sandal dan tas yang dijual dengan harga miring dapat dijumpai di sekitar eskalator pasar bagian barat.

Berjalan ke lantai dua pasar bagian timur, jangan heran bila mencium aroma jejamuan. Tempat itu merupakan pusat penjualan bahan dasar jamu Jawa dan rempah-rempah. Bahan jamu yang dijual misalnya kunyit yang biasa dipakai untuk membuat kunyit asam dan temulawak yang dipakai untuk membuat jamu terkenal sangat pahit. Rempah-rempah yang ditawarkan adalah jahe (biasa diolah menjadi minuman ronde ataupun hanya dibakar, direbus dan dicampur gula batu) dan kayu (dipakai untuk memperkaya citarasa minuman seperti wedang jahe, kopi, teh dan kadang digunakan sebagai pengganti bubuk coklat pada cappucino).

Pasar ini juga tempat yang tepat untuk berburu barang antik. Sentra penjualan barang antik terdapat di lantai 3 pasar bagian timur. Di tempat itu, anda bisa mendapati mesin ketik tua, helm buatan tahun 60-an yang bagian depannya memiliki mika sebatas hidung dan sebagainya. Di lantai itu pula, anda dapat memburu barang bekas berkualitas bila mau. Berbagai macam barang bekas impor seperti sepatu, tas, bahkan pakaian dijual dengan harga yang jauh lebih murah daripada harga aslinya dengan kualitas yang masih baik. Tentu butuh kejelian dalam memilih.

Puas berkeliling di bagian dalam pasar, tiba saatnya untuk menjelajahi daerah sekitar pasar dengan tawarannya yang tak kalah menarik. Kawasan Lor Pasar yang dahulu dikenal dengan Kampung Pecinan adalah wilayah yang paling terkenal. Anda bisa mencari kaset-kaset oldies dari musisi tahun 50-an yang jarang ditemui di tempat lain dengan harga paling mahal Rp 50.000,00. Selain itu, terdapat juga kerajinan logam berupa patung Budha dalam berbagai posisi seharga Rp 250.000,00. Bagi pengoleksi uang lama, tempat ini juga menjual uang lama dari berbagai negara, bahkan yang digunakan tahun 30-an.

Jika haus, meminum es cendol khas Yogyakarta adalah adalah pilihan jitu. Es cendol Yogyakarta memiliki citarasa yang lebih kaya dari es cendol Banjarnegara dan Bandung. Isinya tidak hanya cendol, tetapi juga cam cau (semacam agar-agar yang terbuat dari daun cam cau) dan cendol putih yang terbuat dari tepung beras. Minuman lain yang tersedia adalah es kelapa muda dengan sirup gula jawa dan jamu seperti kunyit asam dan beras kencur. Harga minuman pun tak mahal, hanya sekitar Rp. 1000 sampai Rp. 2000.


Meski pasar resmi tutup pukul 17.00 WIB, tetapi dinamika pedagang tidak berhenti pada jam itu. Bagian depan pasar masih menawarkan berbagai macam panganan khas. Martabak dengan berbagai isinya, terang bulan yang legit bercampur coklat dan kacang, serta klepon isi gula jawa yang lezat bisa dibeli setiap sorenya. Sekitar pukul 18.00 WIB hingga lewat tengah malam, biasanya terdapat penjual gudeg di depan pasar yang juga menawarkan kikil dan varian oseng-oseng. Sambil makan, anda bisa mendengarkan musik tradisional Jawa yang diputar atau bercakap dengan penjual yang biasanya menyapa dengan akrab. Lengkap sudah.

Alamat: Jl. Pabringan 1, Yogyakarta 55122, Indonesia
Phone: (0274) 515 871, 561 510
Koordinat GPS: S7°47'55.4" E110°21'54.7" (lihat peta)

Posted on 12/10/2015 by wly

No comments

Malioboro, Jalan penuh kenangan

Jalan Malioboro adalah nama jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta yang terdiri dari jalan Pangeran Mangkubumi, dan Jalan Jend. A. Yani. Jalan ini merupakan poros garis imaginer Keraton Yogyakarta.

Terdapat beberapa obyek bersejarah ditempat ini antara lain Tugu Keraton, Stasiun Tugu, Gedung Istana Negara, Pasar Bringharjo, Benteng Vredeburg, dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret.

Jalan ini sangat terkenal dengan pedagang kaki lima yang menjajakan kerajinan khas Yogyakarta dan warung-warung lesehan dimalam hari yang menjual makanan gudeg khas Yogyakarta, serta terkenal sebagai tempat berkumpulnya para seniman yang sering mengekspresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis, hapening art, pantomim, dan lain-lain sepanjang jalan ini.

Posted on 12/10/2015 by wly

No comments

Belum ke Jogja kalau belum menyentuh TUGU JOGJA.

Ada sebuah ungkapan, yang entah siapa yang mengawali ungkapan tersebut bahwa “ Anda belum merasa sudah atau tinggal di Jogja, kalau belum menyentuh Tugu Jogja”. Ungkapan tersebut yang sampai saat ini melekat pada Tugu Jogja. Hampir setiap hari Tugu Jogja ramai dikunjungi para wisatawan maupun mahasiswa, pelajar, warga jogja sendiri dan masih banyak lagi.

Tugu Jogja yang terletak di sebelah utara jl. Mangkubumi menjadi sebuah ikon Kota Yogyakarta. Tidak heran di sekitar Tugu Jogja akan banyak dijumpai sekumpulan orang-orang yang atau hanya sekedar berfoto, berkumpul dan ngobrol di seputaran Tugu Jogja.

Jika anda datang dari arah selatan atau Malioboro, anda cukup jalan mengarah keutara sampai jl. Mangkubumi. Jika dari arah timur atau Bandara Adisucipto, terus kea rah timur melalui jl. Jogja-Solo hingga Jl. Jend Sudirman. Jika anda dari arah utara atau dari Magelang, melalui perempatan atau fly over jombor belok kekiri, sampai perempatan monjali belok kanan dan lurus terus sampai jl AM Sangaji hingga terlihat Tugu Jogja. Jika dari barat atau Gamping, sebaiknya melewati Ringroad Barat sampai perempatan demak ijo, lalu belok kanan kea rah Jl. Godean hingga Jl. Diponegoro maka akan terlihat Tugu Jogja. Dan jika anda datang dari arah selatan, jl. Parangtritis maka lurus ke utara melewati jl. Katamso lurus terus sampai Kotabaru, setelah itu menuju jl. Jend Sudirman dan akan bertemu Tugu Jogja.


Demikian ulasan singkat destinasi wisata di pusat kota Jogja, semoga liburan dan perjalanan anda k jogja berkesan. Tetap jaga kebersihan dan ketertiban.

Posted on 12/10/2015 by wly

No comments

Mengunjungi Museum Monumen Yogya Kembali

Museum Monumen Yogja Kembali, adalah sebuah museum sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta dan tepatnya di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Museum yang berada dibagian utara kota Yogya ini banyak dikunjungi oleh para pelajar dalam acara darma wisata.

Museum Monumen dengan bentuk kerucut ini terdiri dari 3 lantai dan dilengkapi dengan ruang perpustakaan serta ruang serbaguna. Pada rana pintu masuk dituliskan sejumlah 422 nama pahlawan yang gugur didaerah Wehrkreise III (RIS) antara tanggal 19 Desember 1948 sampai dengan 29 Juni 1949. Dalam 4 ruang museum dilantai 1 terdapat benda-benda koleksi yaitu realia, replika, foto, dokumen, heraldika, berbagai jenis senjata, bentuk evokatif dapur umum dalam suasana perang kemerdekaan 1945-1948. Tandu dan dokar (kereta kuda) yang pernah dipergunakan oleh Panglima Besar Jendral Soedirman juga disimpan disini

Monumen Yogya Kembali dibangun pada tanggal 29 Juni 1985 dengan upacara tradisional penanaman kepala kerbau dan peletakan batu pertama oleh Sri Sultan Hamengkubuono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII. Gagasan untuk mendirikan monumen ini dilontarkan oleh Kolonel Sugiarto, Selaku Walikotamadya Yogyakarta pada tahun 1983. Nama Yogya Kembali dipilih dengan maksud sebagai tetenger (peringatan) dari peristiwa sejarah ditariknya tentara pendudukan Belanda dari ibukota RI Yogyakarta pada waktu itu, tanggal 29 Juni 1949. Hal ini merupakan tanda awal bebasnya bangsa indonesia dan kekuasaan pemerintah Belanda.

LOKASI : Monumen Yogya Kembali terletak di jalan lingkar utara, dusun jongkang, desa sariharjo, kecamatan ngaglik, kabupaten sleman, Yogyakarta. Telp: +62-274-868225, 868239 fax : +62-274-868239

JAM BUKA : Selasa - Minggu 08.00 - 16.30 WIB
TIKET MASUK :Untuk wisatawan lokal sebesar Rp 5.000 untuk wisatawan asing sebesar Rp 7.500. Khusus untuk rombongan (lebih dari 30 orang) tarif dipotong 10 persen, sedangkan anak TK mendapatkan potongan tarif 50 persen per anak. (Harga dapat berubah sewaktu-waktu)

FASILITAS :
- Auditorium
- Cafetaria
- Area bermain anak-anak
- Tempat Parkir
- Kamar mandi dan WC

TRANSPORTASI : Dari pusat kota yogyakarta, kita tinggal menuju jalan monjali. Ketika sampai di perempatan jalan monjali-jalan ring road utara, maka akan terliat Museum Monumen Yogya Kembali.

Posted on 12/10/2015 by wly

No comments