Showing posts with label Fun. Show all posts
Showing posts with label Fun. Show all posts

12/11/2015

Memiliki hoby bersepeda merupakan aktifitas hoby yang menyenangkan, dan banyak tipe atau jenis sepeda yang ada di pasaran. Kali ini akan membahas pilihan tipe sepeda MTB (mountain Bike) sebelum anda memutuskan untuk membeli sepeda MTB. Pertama, tentukan medan atau jalur yang akan digunakan. Hal ini akan menentukan jenis sepeda MTB yang tepat dan nyaman untuk digunakan, apakah jalan perkotaan atau beraspal, jalan off road pedesaan, pegunungan atau extreme. Kedua, tentukan budget yang akan dikeluarkan. Produsen sepeda MTB menawarkan banyak varian model dan tipe dengan harga bervariasi.

Mari kita mengetahui jenis dan tipe sepeda MTB dan peruntukannya :

1. Tipe All Mountain/AM

Tipe ini, mengutamakan kenyamanan untuk menjelajahi segala medan

Tipe ini, mengutamakan kenyamanan untuk menjelajahi segala medan. Sepeda Tipe All Mountain dilengkapi dengan suspensi depan dan belakang (full suspension), sehingga mampu melintasi medan berbatu, naik turun bukit, serta menjelajahi hutan dan lintasan off road. Sangat cocok digunakan di pedesaan, perkebunan the, atau perbukitan.

2. Tipe Downhill/DH

Sesuai dengan namanya, tipe ini digunakan untuk medan yang berbukit dan bergunung, sehingga kurang nyaman dan tidak effisien digunakan di jalan-jalan perkotaan

Sesuai dengan namanya, tipe ini digunakan untuk medan yang berbukit dan bergunung, sehingga kurang nyaman dan tidak effisien digunakan di jalan-jalan perkotaan. Roda dan ban sepeda yang cukup besar mengakibatkan kayuhan terasa berat sehingga cepat lelah. Sepeda ini dibuat seringan mungkin karena agar tidak over terlalu berat saat sepeda ini dinaiki pengendaranya sehingga cocok untuk balapan turun. Sepeda ini dirancang untuk menuruni bukit saja, sedangkan untuk menaiki bukit sepeda ini sulit digunakan.

3. Tipe Freeride/FR

Tipe Freeride MTB ini lebih diarahkan untuk mampu menghadapi lompatan tinggi dan kondisi-kondisi extreme

Tipe Freeride MTB ini lebih diarahkan untuk mampu menghadapi lompatan tinggi dan kondisi-kondisi extreme. Sepeda ini kurang cocok digunakan untuk bersepeda touring jarak jauh. Pada intinya konsep asli freeride adalah ketiada aturan. Tujuan ataupun ketetapan yang seharusnya dipatuhi dalam lingkup bersepeda gunung pun, freeride menjadi salah satu fenomena paling kreatif karena meliputi gaya bersepeda amplitudo, kontrol, dan kecepatan bersepeda. Sepeda freeride biasanya merupakan hasil modifikasi dari sepeda yang diperuntukkan untuk menuruni bukit (donwhill). Sepeda tersebut biasanya memiliki gigi yg memungkinkan pengendaranya menaiki bukit sama mudahnya dengan saat menuruninya. Sepeda freeride MTB juga memiliki sedikit fitur suspensi dan lebih ringan. Sepeda ini mirip sepeda Donwhill tetapi dirancang agar lebih mudah  untuk dikayuh. Sepeda ini merupakan perpaduan cross country dan donwhill. Namun, sepeda ini tak akan bekerja dengan baik sebagaimana kedua sepeda tersebut saat di medan aslinya.

4. Tipe Cross Country/XC
Tipe Cross Country ini bisa disebut juga dengan tipe XC. Dari namanya dapat diketahui bahwa sepeda ini memang digunakan untuk menjelajah dengan jarak tempuh yang cukup jauh

Tipe Cross Country ini bisa disebut juga dengan tipe XC. Dari namanya dapat diketahui bahwa sepeda ini memang digunakan untuk menjelajah dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Untuk meredam benturan, sepeda XC dilengkapi dengan suspensi di bagian depan saja.  Tipe ini bisa disebut juga dengan tipe XC/Hardtail/Cross Country, dari namanya dapat diketahui seri XC Race merupakan sepeda para petualang sejati yang cepat di medan cross country. Cepat di tanjakan maupun saat melibas trek menurun. Sepeda XC race yang ringan, cepat dan responsif yang akan membawa Anda menuju podium juara, atau untuk mengalahkan rekan Anda saat berpetualang bersama.

 Sepeda XC memang digunakan untuk menjelajah dengan stabil pada jarak yang cukup jauh. Sangat optimal digunakan pada tanjakan jalan aspal maupun jalan tanah. Biasanya sepeda XC digunakan untuk medan-medan perkotaan. Untuk meredam benturan, sepeda XC dilengkapi dengan suspensi di bagian depan saja sudah cukup. Tambahan suspensi belakang tidak terlalu penting karena medan yang dilewati relatif rata, menambah berat, dan dapat menghambat kayuhan akibat suspensi belakangnya. Sepeda XC dirancang untuk jalur off-road dengan rintangan minimum hingga menengah. Saat memakai Hardtail MTB, Anda mengayuh atau menggowes Anda akan merasakan kayuhan yang sangat baik. Sepeda Hardtail ini jauh lebih awet dibandingkan dengan MTB Full Suspensi.

5. Tipe Dirt Jump/DJ

Tipe Dirt Jump ini memiliki fungsi yang mirip dengan BMX, frame sepeda jenis ini biasanya menampakkan kesan kekar dan kokoh, tetapi tetap stylish. Sepeda dirt jump dirancang untuk melakukan lompatan-lompatan tinggi dan extreme

Tipe Dirt Jump ini memiliki fungsi yang mirip dengan BMX, frame sepeda jenis ini biasanya menampakkan kesan kekar dan kokoh, tetapi tetap stylish. Sepeda dirt jump dirancang untuk melakukan lompatan-lompatan tinggi dan extreme. Sepeda dirt jump digunakan untuk melompat di jalanan perkotaan. Sepeda dirt jump memiliki setang yang mirip dengan BMX tetapi frame lebih besar. Selain itu, sepeda dirt jump memiliki suspensi pada fork depan.

6. Tipe Trail 

Sepeda tipe trail ini adalah modifikasi cross country dengan menggunakan sistem suspensi yang lebih halus sehingga dapat melalui rintangan yang lebih sulit dan lebih ekstrem

Sepeda tipe trail ini adalah modifikasi cross country dengan menggunakan sistem suspensi yang lebih halus sehingga dapat melalui rintangan yang lebih sulit dan lebih ekstrem. Kekurangannya, kayuhan sepeda ini lebih membutuhkan banyak tenaga saat mengayuh. Namun, sekarang ini sudah dibuat teknologi suspensi belakang dan depan yang dapat dimatikan jika tidak dibutuhkan. 


Posted on 12/11/2015 by wly

No comments

Sepeda merupakan alat transportasi roda dua dengan pengayuh kaki atau pedal, alat transportasi ini tidak menggunakan bahan bakar atau tenaga elektrik. Sepeda menjadi sebuah alternative alat transportasi yang hemat, ramah lingkungan dan tidak menghasilkan polusi. Pada perkembangannya sepeda bukan hanya sebagai alat transportasi, tetapi sekarang menjadi sebuah trend lifestyle dan Sport atau olahraga. Salahsatu cabang olahraga sepeda ini adalah Mountine bike atau sepeda gunung. Sehingga sebutan sepeda untuk ini adalah sepeda MTB.

Sepeda MTB pertamakali dikenalkan yaitu pada tahun tahun 1970, dikenal dengan nama ATB (All Terrain Bike). Seiring waktu perkembangan sepeda MTB semakin beragam, pada awalnya sepeda MTB tidak memiliki suspense di bagian depan. Masih berupa sepeda tanpa suspense atau rigid, hingga akhirnya sepeda MTP menggunakan suspensi depan.

Sepeda gunung atau MTB mempunyai cirri-ciri frame atau rangka sepeda terbuat dari bahan yang ringan seperti hi-ten, chromoly, aluminium, titanium, dan komposit serat karbon (Carbon Fiber Reinforced Plastic). Ban sepeda gunung lebih besa dan lebar sehingga tidak mudah terselip/terpeleset karena dapat mencengkeram tanah dengan kuat. Sistem perpindahan gear pada sepeda gunung memiliki 18-30 kecepatan sehingga memudahkan dan membuat nyaman pengendara sesuai medan yang dilaluinya. Sepeda gunung dengan 21 gear berarti memiliki crankset depan dengan 3 piringan dan cassette sprocket dengan 7 piringan. Pada groupsetyang lebih canggih sistem perpindahan gigi mencapai 3x10 = 30 kecepatan.

Tipe Sepeda MTB
1. Rigid.
Sepedsa MTB jenis ini tidak memiliki suspensi atau peredam goncangan

Sepedsa MTB jenis ini tidak memiliki suspensi atau peredam goncangan. Merupakan jenis sepeda MTB yang muncul pada awalnya. Namun hingga kini masih banyak keberadaannya karena peminat sepeda jenis rigid ini juga masih banyak. Rangka sepeda MTB rigid ini kebanyakan berbahan hi-ten, chromoly atau alumunium. Harga juga lebih terjangkau sehingga akan lebih mudah kita jumpai di took-toko sepeda. Tipe sepeda ini sering digunakan untuk sepeda cross country low end.

2. Hardtail
Jenis ini memiliki bagian depan yang bersuspensi, sedangkan frame dengan bagian chain stay kaku tanpa ada suspensi.

Sepeda MTB jenis hardtail sedikit berbeda dengan sepeda MTB rigid, pada jenis ini sudah memanfaatkan suspens sehingga meminimalkan goncangan pada jalan off road.

Jenis ini memiliki bagian depan yang bersuspensi, sedangkan frame dengan bagian chain stay kaku tanpa ada suspensi. Tipe hardtail biasanya dipakai di medan yang bervariasi. Tipe hardtail sendiri bisa dicirikan dari adanya satu shockbreaker dibagian depan. Kalau tipe ini lebih cepat mendapatkan momentum ketika dikayuh sehingga untuk mendapat kecepatan maksimum jadi lebih mudah. Tipe ini cocok buat yang senang cross country atau main di daerah pedesaan.

3. Soft tail

Frame sepeda dengan suspensi belakang yang kecil yaitu elastomer dan diaktifkan dengan frame yang fleksibel bukan dengan pivot (persendian)


Frame sepeda dengan suspensi belakang yang kecil yaitu elastomer dan diaktifkan dengan frame yang fleksibel bukan dengan pivot (persendian). Karena sepeda jenis ini tidak memiliki pivot, maka sepeda jenis ini lebih nyaman dan ringan dibandingkan sepeda jenis full suspension lainnya, dan juga tetap memiliki efisiensi mengayuh pedal layaknya jenis hardtail. Sepeda jenis ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1999, oleh KHS, dengan tipe KHS Team Soft Tail. Akan tetapi pada saat ini, sepeda jenis softail jarang dikembangkan lagi, karena hanya memiliki travel belakang yang pendek, hanya sekitar 1-4 inci, dibandingkan dengan travel belakang sepeda full suspension sekarang yang bisa mencapai 8 inci.

4. Full Suspension

Sepeda jenis ini memiliki suspensi untuk bagian garpu depan dan bagian chain stay. Mekanisme kerja peredam kejut di bagian chain stay pivot yang menghubungkan lower dan upper chain stay, sehingga membuat ban belakang dapat naik-turun mengikuti kontur medan yang dilalui

Sepeda jenis ini memiliki suspensi untuk bagian garpu depan dan bagian chain stay. Mekanisme kerja peredam kejut di bagian chain stay pivot yang menghubungkan lower dan upper chain stay, sehingga membuat ban belakang dapat naik-turun mengikuti kontur medan yang dilalui. Untuk sepeda full suspension lebih enak digunakan dimedan off-roadyang memiliki kontur tanah atau bebatuan. Hal ini penting karena getaran sepeda saat turun bisa diredam oleh shockbreaker di garpu depan dan belakang sepeda. Sepeda jenis ini biasanya fork (garpu) depannya lebih tinggi ketimbang belakang. Soalnya ketika di turunan, sudut kemiringan sepeda enggak akan terlalu ekstrem. Alhasil sepeda jadi lebih mudah dikontrol.

Itulah beberapa jenis-jenis sepeda MTB yang umum kita ketahui, kegiatan bersepeda dapat membuat tubuh kita sehat dan tetap bugar. Dengan rutin melakukan aktifitas bersepeda juga mengurangi tingkat stress selama kesibukan kita sehari-hari dengan rutinitas kerja dan aktifitas perkotaan.

Luangkan waktu sejenak, cobalah lakukan aktifitas bersepeda di alam seperti di pedesaan atau pegunungan. Udara segar dan alami akan membuat tubuh kita refresh kembali. Salam Gowes!


Posted on 12/11/2015 by wly

No comments