Showing posts with label Networking. Show all posts
Showing posts with label Networking. Show all posts

12/15/2015

Router-Gateway

Salam sejahtera, penulis mencoba membahas materi tentang Computer Networking. Semoga tulisan yang singkat ini bermanfaat. Mungkin kita sering mendengan istilah seperti Route, Gateway, Proxy, Firewall ataupun Virtual Lan?. Nah istilah-istilah tersebut tidak jauh pembahasannya did lam materi Computer Networking.

Sebagai bahan referensi penulis akan jelaskan secara singkat saja, untuk detailnya silahkan anda dapat searching di Google atau di Official Website masing-produk tersebut. Kita mulai saja :

1. Router
Router adalah perangkat yang akan melewatkan paket IP dari suatu jaringan ke jaringan yang  lain,  menggunakan  metode  addressing  dan  protocol  tertentu  untuk  melewatkan  paket  data tersebut. Router memiliki  kemampuan melewatkan paket IP  dari  satu jaringan  ke jaringan lain yang mungkin  memiliki  banyak  jalur  diantara  keduanya.  Router-router  yang  saling  terhubung  dalam jaringan internet turut serta  dalam sebuah algoritma  routing terdistribusi untuk menentukan jalur terbaik yang dilalui paket IP dari system ke system lain. Proses routing dilakukan secara hop by hop. IP tidak mengetahui jalur keseluruhan menuju tujuansetiap paket. IP routing hanya menyediakan IP address dari router berikutnya yang menurutnya lebih dekat ke host tujuan.
Fungsi :
–  Membaca alamat logika /  ip address source & destinationuntuk menentukan routingdari
suatu LAN ke LAN lainnya.
–  Menyimpan routing tableuntuk menentukan rute terbaik antara LAN ke WAN.
–  Perangkat di layer 3 OSI Layer.
–  Bisa berupa “box” atau sebuah OS yang menjalankan sebuah daemon routing.
–  Interfaces Ethernet, Serial, ISDN BRI

2. Gateway
Pintu gerbang sebagai keluar-masuknya paket data dari  local networkmenuju outer network.  Tujuannya  agar  client pada  local  network dapat  berkomunikasi  dengan  internet. Router dapat  disetting  menjadi  Gateway dimana  ia  menjadi  penghubung  antara  jaringan local dengan jaringan luar.

3. Proxy Server
Sebuah  fasilitas  untuk  menghubungkan  diri  ke  internet  secara  bersama-sama. Memenuhi permintaan user untuk layanan Internet (http, FTP,Telnet) dan mengirimkannya sesuai dengan kebijakan. Bertindak sebagai  gatewaymenuju layanan. Mewakili paket data dari  dalam  dan  dari  luar.  Menangani  semua  komunikasi  internet  –  ekternal.  Bertindak sebagai  gateway antara  mesin  internal dan  eksternal.  Proxy  server  mengevaluasi  dan mengontrol  permintaan  dari  client,  jika  sesuai  policy dilewatkan  jika  tidak  di  deny/drop. Menggunakan metode NAT. Memeriksa isi paket.

4. Firewall
Sistem  keamanan  yang  menggunakan  device atau  sistem  yang  diletakkan  di  dua jaringan dengan fungsi utama melakukan filteringterhadap akses yang akan masuk. Berupa seperangkat  hardwareatau  software, bisa juga berupa  seperangkat aturan dan  prosedur  yang  ditetapkan  oleh  organisasi.  Firewal  juga  dapat  disebut  sebagai  sistem atau  perangkat  yang  mengizinkan  lalu  lintas  jaringan  yang  dianggapnya  aman  untuk melaluinya  dan  mencegah  lalu  lintas  jaringan  yang  tidak  aman.  Umumnya  firewall diimplementasikan   dalam  sebuah  mesin  terdedikasi,  yang  berjalan  pada  pintu  gerbang (gateway)  antara  jaringan  local  dan  jaringan  lainnya.  Firewall  juga  umumnya  digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari hak luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah  genericyang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua jaringan yang berbeda. (PC MILD edisi 13/2008)

5. Virtual LAN

VLAN  berupa  suatu  software dari  device  switch yang  berfungsi  untuk  mengelompokan userberdasarkan fungsional, 1  broacast  domain (1 VLAN) dan antar VLAN dapat terkoneksi dengan router. Teknologi  VLAN  adalah  suatu  cara  yang  memisahkan  segmen-segmen  pada  switch dimana  antara  1  segmen  dengan  segmen  lain  tidak  dapat  terkoneksi,  koneksi  dapat  dilakukan dengan menggunakan router. Dalam satu switchakan berbeda network-id-nya dan  berbeda broadcastdomainnya.

Posted on 12/15/2015 by wly

No comments


Jaringan  komputer  merupakan  sekelompok  komputer  otonom  yang  saling  dihubungkan satu  sama  lainnya,  menggunakan  suatu  media  dan  protocol  komunikasi  tertentu,  sehingga  dapat saling  berbagi  data  dan  informasi.(Deris  Setiawan,2003,hal  1).  Jaringan  komputer memungkinkan terjadinya komunikasi yang lebih efisien antar pemakai (mail dan teleconference). 

Jaringan  komputer  adalah  sekelompok  komputer  otonom yang  saling  menggunakan  protokol komunikasi  melalui  media  komunikasi  (Dharma  Oetomo(1),2003,  hal  07)  sehingga  dapat  berbagi data,  informasi,  program  aplikasi  dan  perangkat  keras  seperti  printer,  scanner,  CD-Drive maupun harddiskserta memungkinkan komunikasi secara elektronik. Sedangkan  pada   Aplikasi  home  user,  memungkinkan  komunikasi  antar  pengguna  lebih efisien (chat), interaktif entertainment lebih multimedia (games, video,dan lain-lain). Klasifikasi Jaringan Komputer :

·        LAN   (Local  Area  Network)  :  Jaringan   komputer   yang   saling   terhubung   ke   suatu
komputer server dengan  menggunakan  topologi  tertentu,  biasanya digunakan dalam
kawasan satu gedung atau kawasan yang jaraknya tidak lebih dari 1 km.
Topologi LAN

·      MAN  (Metropolitan  Area  Network) :  Jaringan  komputer  yang  saling  terkoneksi  dalam  satu
kawasan kota yang jaraknya bisa lebih dari 1km. Pilihan untuk membangun jaringan
komputer antar kantor dalam suatu kota, kampus dalam satu kota.
Topologi MAN

·      WAN  (Wide Area Network): Jaringan komputer yang menghubungkan banyak LAN ke
dalam suatu jaringan terpadu, antara satu jaringan dengan jaringan lain dapat berjarak
ribuan kilometer atau terpisahkan letak geografi dengan menggunakan metode komunikasi
tertentu.
Topologi WAN

Secara garis besar ada beberapa tahapan dalam membangun jaringan LAN, diantaranya ;
·           Menentukan teknologi tipe jaringannya (Ethernet, Fast Ethernet, Token Ring, FDDI)
·           Memilih model perkabelan (Fiber, UTP, Coaxial)
·           Menentukan bentuk topologi jaringan (Bus, Ring, dan Star)
·           Menentukan teknologi Client/Serveratau Peer to Peer

·           Memilih Sistem Operasi Server (Windows NT, 2000, XP, atau Linux)

Posted on 12/15/2015 by wly

No comments

12/11/2015

1.       Jalankan aplikasi winbox untuk melakukan remote berbasis GUI pada perangkat wireless router mikrotik.
Winbox Login

Gambar 1. Winbox Login

2.       Secara default winbox dapat melakukan proses login menggunakan mac address, silahkan anda    klik tombol  
Winbox Login

     maka winbox akan otomatis melakukan “discovered” terhadap perangkat mikrotik yg terkoneksi dengan PC kita.
Winbox Login


Gambar 2. Status mac address discovered

3.       Login dengan username dan password yg sudah terseting. Secara default, mikrotik memiliki      username admin dengan password dikosongkan. Setelah berhasil maka akan muncul tampilan  window mikrotik seperti dibawah ini.
Tampilan window mikrotik

Gambar 3. Tampilan window mikrotik 

4.       Langkah selanjutnya adalah melakukan enableada perangkat wireless pada mikrotik.
Proses enable interface wireless di mikrotik

Gambar 4. Proses enable interface wireless di mikrotik

5.       Masih pada window interface <wlan1> klik tab “Wireless”
Tab Wireless

Gambar 5. Tab menu Wireless

        sehingga akan muncul tampilan window
Tampilan konfigurasi Wireless

Gambar 6. Tampilan konfigurasi Wireless

6.       Rubah mode dari station (merupakan default konfigurasi wlan1), ke mode AP Bridge, rubah      band menjadi 2.4GHz-B/G serta pada frekuensi kita rubah ke 2424 (range yang bisa kita rubah    antara 2412 – 2462*). Untuk SSID bisa kita rubah sesuai dengan keinginan kita, misalnya  HotSpot. Silahkan anda coba scan menggunakan laptop, jika berhasil berarti konfigurasi    wireless sudah berhasil.

Konfigurasi DHCP Server sebagai distribusi IP Address secara otomatis dan Hotspot Profile

1.       Masih dalam lingkungan GUI nya mikrotik. Langkah pertama perhatikan gambar dibawah ini
Konfigurasi IP Address

Gambar 1. Konfigurasi IP Address

2.       Setelah kita beri IP Address pada interface wlan1, selanjutnya kita lakukan konfigurasi pada        DHCP Server.
Langkah-langkah seting DHCP Server

     
Gambar 2. Langkah-langkah seting DHCP Server

3.       Pada bagian interface, silahkan pilih interface yang berhubungan langsung dengan komputer      client. Pada contoh ini, interface yang berhubungan adalah interface wlan1. Selanjutnya klik  Next. Pada bagian Address Space, masukkan default IP Network yang kita gunakan. Karena IP Address yang kita gunakan pada wlan1 10.0.0.254/24 maka Address Space kita masukkan 10.0.0.0/24.Dan klik Next.
                   
Step-by-step konfigurasi DHCP Server


                     
Gambar 3. Step-by-step konfigurasi DHCP Server

4.       Langkah selanjutnya adalah konfigurasi untuk hotspot itu sendiri. Masih berkutat dengan GUInya mikrotik, perhatikan langkah-langkah dibawah ini
Langkah-langkah konfigurasi hotspot
Gambar 4. Langkah-langkah konfigurasi hotspot

Rounded Rectangle: 1    
Step-by-step konfigurasi hotspot

                     
Gambar 5. Step-by-step konfigurasi hotspot

5.       Sama dengan langkah-langkah didepan, kita masih berkutat juga dengan yang namanya GUInya winbox. Setelah hotspot server sudah kita buat, selanjutnya kita bikin Server Profile yang nantinya kita gunakan untuk proses manajemen user yang aktif/menggunakan layanan hotspot. Setelah kita masuk dalam window hotspot kita klik menu tab Server Profile.
Tampilan window Hotspot Server Profile

Gambar 6. Tampilan window Hotspot Server Profile

6.       Pada bagian tab login, beri tanda cek pada option HTTP CHAP dan Cookie
Tampilan window Hotspot Server profile (tab Login)

Gambar 7. Tampilan window Hotspot Server profile (tab Login)

7.       User Profile, Hotspot user profile adalah tempat menyimpan untuk sekelompok user yang          akan dibuatkan rule profilenya. Dimana didalamnya bisa dilakukan setting firewall filter chain   untuk traffic yang keluar/masuk, kita juga bisa mensetting limitasi data rate dan selain itu dapat  juga dilakukan paket marking untuk setiap user yang masuk kedalam profile tersebut secara  otomatis.
Window Hotspot User Profile

Gambar 8. Window Hotspot User Profile

8.       Langkah terakhir dalam konfigurasi hotspot adalah membuat user, Hotspot user adalah nama-      nama user yang akan akan diautentikasi pada system hotspot. Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam konfigurasi hotspot user diantaranya :
-          memasangkan username,password dan profile yang disetting pada client tertentu.
-          Membatasi user berdasarkan waktu dan paket data yang digunakan
-          Menggunakan ip address tertentu dari ip address dhcp yang ditawarkan
-          Mengizinkan user untuk koneksi ke hotspot system dari MAC address tertentu
Contoh penggunaan :
-          User dengan bentuk limitasi yang berbeda.
-          User yang diautentikasi berdasarkan MAC address
Window Hotspot User

Gambar 8. Window Hotspot User

9.       Langkah-langkah konfigurasi hotspot sudah selesai. silahkan dicoba dan ketika kita akses suatu  situs maka akan keluar halaman otentikasi pada browser. Jika user dan password yang    dimasukkan benar. Maka client tersebut dapat berselancar ke dunia maya.
Tampilan hotspot login pada computer client

Gambar 8. Tampilan hotspot login pada computer client


Posted on 12/11/2015 by wly

No comments