Showing posts with label Database. Show all posts
Showing posts with label Database. Show all posts

12/08/2015


Skema database replication yang akan dibuat adalah seperti gambar di atas. Server basis data di lokasi A akan bertindak sebagai Publisher dan Distributor sedangkan komputer tujuan database replication di lokasi B akan bertindak sebagai subscriber.

  •   Pembangunan Publisher

Pembuatan publication dilakukan dengan wizardyang telah disediakan dalam Microsoft SQL Server Management Studio. Jenis database replication yang digunakan adalah transactional replication.
  
Memilih basis data yang akan di publikasikan.

Memilih jenis database replication.



Memilih objek basis data yang akan dipublikasikan.

Mengatur agar snapshotbasis data dibuat segera.



 Mengatur akun untuk replication agent.

Memilih langkah selanjutnya yaitu membuat publication. Bisa juga dibuat script pembuatan publication ini.
 


Mengatur nama untuk publicationdan penyelesaian pembangunan publisher.

  •       Membangun Subscriber.

Pembuatan subscription ini dilakukan dengan wizard yang telah disediakan dalam Microsoft SQL Server Management Studio. Terdapat dua jenis subscription yaitu push subscription dan pull subscription. Pada push subscription, semua replication agent akan berjalan di distributor sehingga memudahkan administratoruntuk mengawasi dan mengatur sinkronisasi. Pada pull subscription, replication agent akan berjalan di subscriber sehingga mengurangi beban distributor.

Menghubungkan ke publisherdengan mencarinya di jaringan.

Memilih publisher.

Memilih publication.

Memilih jenis subscription.

Menentukan basis data di subscriberuntuk menerima publication.

Membuat basis data baru.



 Mengatur akun untuk distribution agent.

Mengatur jenis sinkronisasi. Terdapat tiga pilihan sinkronisasi, pertama sinkronisasi secara terus menerus (continously) yang berarti replication agent akan melakukan inisialisasi sinkronisasi antar publisherdan subscription secara terus-menerus tanpa berhenti selama sistem menyala. Kedua adalah sinkronisasi sesuai permintaan (on demand) yang berarti sinkronisasi basis data hanya akan dilakukan apabila pengguna melakukan inisialisasi. Ketiga adalah dengan membuat replication agent akan melakukan inisialisasi sinkronisasi sesuai jadwal (schedule) yang telah ditentukan.

Mengatur nisialisasi subscription untuk pertama kali. Inisialisasi subscription bisa dilakukan segera setelah selesai pembangunan subscription (immediately) atau saat pertama kali sinkronisasi publisherdan subscriber (at first synchronization).


Memilih langkah selanjutnya yaitu membuat subscription. Bisa juga dibuat script pembuatan subscription ini.

Penyelesaian pembuatan subscription untuk subscriber.


Posted on 12/08/2015 by wly

No comments


Skema database replication yang akan dibuat adalah seperti gambar di atas. Server basis data di lokasi A akan bertindak sebagai Publisher dan Distributor sedangkan komputer tujuan database replication di lokasi B akan bertindak sebagai subscriber.

  •        Pengaturan distributor pada SQL Server.

Pengaturan ini dilakukan melalui Microsoft SQL Server Management Studiodengan melakukan klik kanan pada bagian folder Replication. Pengaturannya adalah bahwa publisherakan bertindak sekaligus sebagai distributor. Dan alamat folder snapshot yang digunakan adalah dengan format “\\M72-PC\ReplData”.

Publisher akan sekaligus bertindak sebagai distributor.

SQL Server agent diatur agar berjalan secara otomatis.
  
Snapshot folder diatur ke alamatnya di jaringan.



Langkah terakhir adalah klik tombol Finish!

Posted on 12/08/2015 by wly

No comments







Skema database replication yang akan dibuat adalah seperti gambar di atas. Server basis data di lokasi A akan bertindak sebagai Publisher dan Distributor sedangkan komputer tujuan database replication di lokasi B akan bertindak sebagai subscriber.

I.            Mempersiapkan Windowsdi Publisher dan Subscriber untuk Database Replication

1.        Mengatur publisherdan subscriberagar berada padaWindowshomegroup yang sama untuk menghindari terhalangnya komunikasi data antar komputer oleh Windowsfirewall. Bisa dilakukan melalui Windows control panelàhomegroup.
2.        Mengaturfirewall publisher dan subscriber untuk mengijinkan komunikasi data dari jaringan baik komunikasi masuk (inbound) maupun komunikasi keluar (outbound)port 1433 protokol TCP untuk SQL Server dan port 1434 protokol TCP untukSQL Browser. Bisa dilakukan melalui Windows control panelàwindows firewallàadvanced settings.
3.        Membuat sebuah akun Windowsdengan status administrator dan harus memiliki nama dan kata sandi yang sama pada komputer publisher dan subscriber. Akun Windows ini nantinya akan digunakan untuk akun replication agent process untuk bisa terhubung ke publisher, distributor, dan subscriber. Bisa dilakukan melalui Windows control panelàuser accountsàmanage other accounàcreate new account.
4.        Mengatur agar SQL Server bisa menggunakan alamat TCP/IP. Pengaturan ini dilakukan melalui SQL ServerConfiguration Manager dan pada pengaturan TCP/IP dimasukkan alamat IP dari masing-masing komputer.

5.        Pada SQL Server Configuration Manager ini juga perlu dipastikan bahwa SQL Server Browser aktif karena program ini dibutuhkan agar nama server basis data SQL Server bisa terlihat di jaringan.

6.        Pengaturan selanjutnya adalah membuat agar server basis data SQL Server dapat diakses dari komputer lain dan memasukkan akun Windows yang telah dibuat sebelumnya dapat digunakan untuk masuk (login) mengakses server basis data SQL Server. Pengaturan ini dilakukan dari Microsoft SQL Server Management Studio. Selain itu SQL Server perlu untuk bisa diakses dari komputer lain dengan diatur dari menu connection pada propertiesSQL Server.





















7.        Membagi (share) folderReplData” ke jaringan dan berada di subfolder Microsoft SQL Server. Dan akun yang telah dibuat pada proses sebelumnya perlu memiliki ijin untk akses baca-tulis pada folder ini.

 

Posted on 12/08/2015 by wly

No comments

Bagian data center dari Sistem Informasi Database merupakan salah satu sarana bagi pengguna untuk melakukan analisis data deformasi dari bendungan. Maka untuk keperluan tersebut diperlukan upaya agar data center memiliki data terkini yang sinkron dengan data dari server di lokasi yang berbeda. Salah satu solusi sinkronisasi basis data yaitu dengan database replication Microsoft SQL Server.

Database replication adalah sebuah proses dari pembuatan dan pemeliharaan beberapa instance dari basis data yang sama serta proses berbagi data atau perubahan desain antar basis data yang berada di lokasi berbeda tanpa harus memiliki salinan utuh dari sebuah server basis data (Mazilu, 2010). Dalam implementasi database replication ini, sebuah server basis data akan mengelola salinan masterdari basis data dan satu atau lebih dari satu server basis data tambahan akan mengelola salinan slave basis data tersebut. Satu hal utama dalam database replication ini adalah bahwa beberapa salinan basis data ini akan tetap sinkron dengan salinan basis data master.

Proses untuk memastikan bahwa setiap obyek dan data dari tiap salinan basis data tetap sama persis dinamakan proses sinkronisasi. Saat proses sinkronisasi antara basis data master dengan salinan-salinannya dilakukan maka hanya data yang berubah saja yang diperbarui. Hal ini dilakukan agar tidak membebani kinerja server basis data.

Pada umumnya database replicationdibuat dengan metafora “Publisher and Subcsriber” layaknya saat seorang konsumen majalah yang ingin mendapatkan majalah terbitan baru dari penerbit majalah maka konsumen harus mendaftar menjadi pelanggan atau subscriber ke penerbit atau publisher. Database replication ini memiliki beberapa komponen utama. Komponen-komponen tersebut adalah sebagai berikut (Syed, 2014).
a.         Publisher. Merupakan basis data sumber di mana replikasi bermula dan bertugas menjaga agar data selalu tersedia untuk proses database replication.
b.         Artikel. Merupakan obyek basis data yang akan dibuat replikanya seperti tabel, view atau indeks.
c.         Publication. Merupakan sekelompok artikel. Karena artikel tidak dapat dipublikasikan secara sendiri-sendiri maka perlu dibuat publication.
d.        Distributor. Merupakan penghubung antara publisher dengan subscriber. Distributor akan menerima publicationdari publisher dan akan meneruskannnya ke subscriber. Sebuah server basis data yang berperan sebagai publishersekaligus distributor biasa disebut local distributor.
e.         Subscriber. Merupakan basis data tujuan dari database replication. Tergantung dari kebutuhan pengguna, subscriberini bisa melakukan subscribe ke beberapa publication dari beberapa publisher. Subscriber juga bisa mengirim data kembali ke publisher atau bahkan melakukan publish data ke subscriberlain.
f.          Subscription. Merupakan permintaan oleh subscriber untuk menerima publication.
g.         Replication Agents. Dalam proses database replication terdapat beberapa program yang melakukan tugas-tugas tertentu terkait database replication. Dalam  database replication menggunakan Microsoft SQL Server terdapat snapshot agent, distributor agent, log reader agent, merge agent.
h.         Snapshot file. Merupakan file yang berisi salinan dari semua objek dan data yang ditentukan olehpublication.
Secara sederhana, hubungan antara publisher, distributor dan subscriber adalah seperti terlihat pada Gambar 1. Snapshot file dari basis data pada publisher akan dibuat dan disimpan di distributor kemudian oleh distributor snapshot file akan dibuat salinannya dan dikirim ke subscriber. Dalam penggunaan database replication, dapat diatur apakah akan dilakukan penyalinan pada seluruh basis data atau hanya beberapa objek tertentu dari basis data. Penyalinan pada seluruh basis data disebut full replica sedangkan penyalinan pada objek tertentu saja disebut partial replica (Mazilu, 2010). Ada beberapa tipe database replication dan tiga tipe yang paling sering digunakan adalah snapshot replication, merge replication, dan transactional replication (Microsoft, 2014).

Gambar 1 Topologi database replication (Microsoft, 2014)

Dalam konteks model server Sistem Informasi Database ini, maka server basis data di lokasi A akan berperan sebagai publisher yang merupakan sumber data. Sedangkan server basis data di lokasi B akan berperan sebagai subscriberyang akan menerima pembaruan data. Dalam rancangan ini publisher dan subscriber harus berada pada satu jaringan lokal agar database replication dapat dibangun. Apabila publisherdan subscriber belum berada pada satu jaringan lokal maka perlu dibangun VPN agar keduanya berada pada satu jaringan lokal meskipun komunikasi dilakukan melalui jaringan publik internet.

Pada tulisan ini akan digunakan database replication jenis transactional replication database replicationtipe ini hanya akan mengirim perubahan data yang terjadi di publisher sehingga dapat mengehemat sesumber (Microsoft, 2014). Transactional replication yang akan diterapkan menggunakan pengaturan push subscription dengan inisialisasi sinkronisasi terjadwal. Pada pengaturan ini berarti publisher akan secara otomatis mengirim pembaruan data kesubscriber secara terjadwal tanpa subscriber harus membuat permintaan terlebih dahulu, sehingga replication agent akan berjalan di distributor. Hal ini akan memudahkan administrator untuk mengawasi dan mengatur sinkronisasi. Selain itu pengaturan ini juga memiliki latencyyang relatif lebih kecil dibandingkan pengaturan push subscription yang lain (Nurhuda, 2015).


Posted on 12/08/2015 by wly

No comments